Login Mahasiswa

Berita ATICM

Memuat gambar...
PELATIHAN PEMBUATAN HANDSOAP DAN SHAMPOO KENDARAAN OLEH MAHASISWA ATI-CM

Oleh: Admin (20/05/2020)

Mahasiswa Akademi Teknik Indonesia Cut Meutia Medan melakukan kegiatan pembuatan Handsoap dan Shampoo Kendaraan yang didampingi oleh Ibu DR. Nur Asyiah Dhalimunthe, ST, MT selaku Dosen Pembimbing  dan  Nuraini Mardiah sebagai perwakilan dari Rumah Kimia. 

Hand Soap adalah sabun cair khusus untuk mencuci tangan, terbuat dari bahan selulosa, an-ionic surfactant dan wewangian alami. Menjadikan tangan lebih bersih dan terhindar dari bakteri yang menepel pada tangan dan menghindarkan kita dari penyakit yang ditimbulkan oleh bakteri yang tidak terlihat oleh pancera indera dan menjadikan tangan lebih lembut dan wangi.

Shampoo Kendaraan adalah produk yang berguna untuk membersihkan kendaraan  dari kotoran/noda yang membandel yang susah hilang dengan air biasa dan bahan yang digunakan aman untuk cat body mobil. Sangat aman untuk semua jenis cat kendaraan baik solid maupun metallic, selain itu juga bisa melindungi motor dan mobil dari sinar matahari. Pembuatan shampoo kendaraan tidak beda jauh dengan sabun cair, hanya beberapa bahan yang perlu ditambahkan yaitu gliserin dan foam booster. Fungsi dari gliserin sebagai pengkilap fungsinya sama seperti silikon sehingga tidak perlu lagi mengggunakan silikon. Foam booster berfungsi sebagai pembuat gelembung-gelembung kecil dan penambah busa.

 

Memuat gambar...
PELATIHAN PEMBUATAN SABUN CAIR PENCUCI PIRING OLEH MAHASISWA ATI-CM

Oleh: Admin (14/05/2020)

Mahasiswa Akademi Teknik Indonesia Cut Meutia Medan melakukan kegiatan pembuatan Sabun Cair Pencuci Piring didampingi oleh Ibu DR. Nur Asyiah Dhalimunthe, ST, MT selaku Dosen Pembimbing  dan Nuraini Mardiah sebagai perwakilan dari Rumah Kimia. Kegiatan ini bertujuan untuk menambah kemampuan mahasiswa sehingga dapat menghasilkan produk kimia secara mandiri.

Sabun pencuci piring merupakan turunan dari deterjen. Proses pembuatannya sama dengan proses pembuatan sabun pada umumnya. Yakni melalui suatu proses hidrolisis lemak dalam kondisi basa yang disebut Saponifikasi atau reaksi penyabunan.

Dalam proses saponifikasi, selain mencampur asam lemak dan alkali (senyawa basa)--seperti natrium hidroksida/sodium hidroksida/soda api (NaOH) atau kalium hidroksida (KOH)—sebagai bahan utama penghasil sabun, juga dibutuhkan tambahan garam sebagai bahan pendukung. Penambahan garam pada sabun, terutama garam natrium atau garam dapur (NaCl), berguna sebagai pengental sekaligus meningkatkan busa sabun pada saat digunakan.

Memuat gambar...
PELATIHAN PEMBUATAN HAND SANITIZER OLEH MAHASISWA ATI-CM

Oleh: Admin (13/05/2020)

Mahasiswa Akademi Teknik Indonesia Cut Meutia Medan melakukan kegiatan pembuatan Hand Sanitizer didampingi oleh Ibu DR. Nur Asyiah Dhalimunthe, ST, MT selaku Dosen Pembimbing  dan  Nuraini Mardiah sebagai perwakilan dari Rumah Kimia. Selama masa Pandemi Covid 19, kita dihimbau untuk menggunakan hand sanitizer sebagai bentuk penanganan pertama pencegahan virus corona. Hand sanitizer adalah cairan , gel , atau busa yang umumnya digunakan untuk mengurangi agen infeksi pada tangan. Hand sanitizer yang efektif membunuh kuman penyakit dan aman untuk kulit adalah yang mengandung setidaknya 60% alkohol dan pelembab kulit. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memiliki panduan mengenai proses pembuatan homemade hand sanitizer ini. Meski begitu, proses pembuatannya membutuhkan cara pengukuran yang tidak mudah serta alat dan bahan kimia yang tidak mudah ditemukan, bahkan cenderung asing di telinga orang awam. Sebagai contoh, kamu harus menyiapkan etanol 96% atau isopropil alkohol 99,8%. Untuk memastikan kebersihan larutan hand sanitizer, kamu juga harus menyiapkan Hidrogen Peroksida 3%. Bahan ini berfungsi untuk membunuh kuman penyakit yang mungkin ada di dalam larutan. Sama seperti alkohol, hidrogen peroksida juga tidak dianjurkan ada di dalam rumah, karena cairan ini bisa merusak kulit bila mengenai kulit secara langsung.

Proses pembuatan hand sanitizer juga tidak semudah yang dibayangkan. Dibutuhkan tingkat ketelitian yang tinggi ketika mencampurkan bahan-bahan untuk menghasilkan hand sanitizer dengan kandungan alkohol yang tepat dan bebas dari kuman.

Memuat gambar...
ATICM GOES TO SCHOOL ( SMKS Satrya Budi 1 Perdagangan ) SEBAGAI BENTUK PENGABDIAN MASYARAKAT

Oleh: Admin (13/05/2020)

Sebagai bentuk Pengabdian Masyarakat, Akademi Teknik Indonesia Cut Meutia melakukan kegiatan Pelatihan di  SMKS Satrya Budi 1 Perdagangan. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Maret 2020 dan berjalan dengan lancar. Kegiatan ini bertujuan agar para siswa/siswi dapat peduli dengan lingkungan sekitar dan dimulai dari tempat tinggal atau Rumah sendiri serta menambah wawasan dan pengalaman maka kami membuat Pelatihan Pengolahan Sampah Organik menjadi ECOENZYME yang di bawakan oleh Ir. RENA ARIFAH SIMBOLON, M.Si  selaku Pemateri dan Pelatih didukung oleh Sivitas Akademik.

Seperti kita ketahui Sampah yang paling banyak dihasilkan setiap harinya adalah sampah organik yaitu sampah yang biasa ada di setiap rumah. Ternyata sampah ini memiliki manfaat dengan mengolahnya menjadi pupuk kompos atau dibuat menjadi eco-enzyme. 

Eco-enzyme merupakan larutan zat organik kompleks yang diproduksi dari proses fermentasi sisa organik, gula, dan air. Cairan Eco-enzyme ini berwarna coklat gelap dan memiliki aroma yang asam/segar yang kuat. Eco-enzyme pertama kali ditemukan dan dikembangkan di Thailand oleh Dr. Rosukan Poompanvong yang aktif pada riset mengenai enzym selama lebih dari 30 tahun. Beliau menerima penghargaan dari FAO PBB atas penemuannya tersebut. Dr. Joean Oon, Director of the Centre for Naturopathy and Protection of Families in Penang (Malaysia), kemudian membantu untuk menyebar luaskan segudang manfaat dari Eco-enzyme ini. (sumber : https://sustaination.id/manfaat-dan-cara-membuat-eco-enzyme-di-rumah/)

Memuat gambar...
ATICM GOES TO SCHOOL ( MAN 3 Medan ) SEBAGAI BENTUK PENGABDIAN MASYARAKAT

Oleh: Admin (13/05/2020)

Sebagai bentuk Pengabdian Masyarakat, Akademi Teknik Indonesia Cut Meutia melakukan kegiatan Pelatihan di beberapa sekolah seperti Madrasah Aliyah Negeri 3 (MAN 3 Medan) Sebagai bentuk Pengabdian Masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan pada bulan Maret 2020 dan berjalan dengan lancar. Kegiatan ini bertujuan agar para siswa/siswi dapat peduli dengan lingkungan sekitar dan dimulai dari tempat tinggal atau Rumah sendiri serta menambah wawasan dan pengalaman maka kami membuat Pelatihan Pengolahan Sampah Organik menjadi ECOENZYME yang di bawakan oleh Ir. RENA ARIFAH SIMBOLON, M.Si selaku Pemateri dan Pelatih didukung oleh Sivitas Akademik. Seperti kita ketahui Sampah yang paling banyak dihasilkan setiap harinya adalah sampah organik yaitu sampah yang biasa ada di setiap rumah. Ternyata sampah ini memiliki manfaat dengan mengolahnya menjadi pupuk kompos atau dibuat menjadi eco-enzyme. 

Eco-enzyme merupakan larutan zat organik kompleks yang diproduksi dari proses fermentasi sisa organik, gula, dan air. Cairan Eco-enzyme ini berwarna coklat gelap dan memiliki aroma yang asam/segar yang kuat. Eco-enzyme pertama kali ditemukan dan dikembangkan di Thailand oleh Dr. Rosukan Poompanvong yang aktif pada riset mengenai enzym selama lebih dari 30 tahun. Beliau menerima penghargaan dari FAO PBB atas penemuannya tersebut. Dr. Joean Oon, Director of the Centre for Naturopathy and Protection of Families in Penang (Malaysia), kemudian membantu untuk menyebar luaskan segudang manfaat dari Eco-enzyme ini.

 

video : https://www.youtube.com/watch?v=cHLDoWPy-nw

(sumber : https://sustaination.id/manfaat-dan-cara-membuat-eco-enzyme-di-rumah/)

Memuat gambar...
Kunjungan Mahasiswa Akademi Teknik Indonesia Cut Meutia ke PT. Indonesia Asahan Aluminium (Persero)

Oleh: Admin (28/04/2020)

Mahasiswa beserta dosen pendamping dari Akademi Teknik Indonesia Cut Meutia melakukan kunjungan industri ke PT. Indonesia Asahan Aluminium (Persero) yang beralamat di Kuala Tanjung Kec. Sei Suka 21657. Kab. Batubara Provinsi Sumatera Utara.

Kunjungan industri ini untuk memberikan pandangan yang lebih terbuka tentang dunia industri kepada para mahasiswa. Kunjungan ini terdiri dari sesi indoor dan outdoor. selama indoor mahasiswa dan pihak manajemen PT. INALUM melakukan pertemuan dan diskusi tentang jenis produk, proses sampai pemasaran. Mahasiswa sangat berantusias mengikuti kegiatan ini. Kegiatan ditutup dengan mengunjungi lokasi pabrik dan melihat dermaga secara langsung.

Memuat gambar...
Akademi Teknik Indonesia Cut Meutia bekerja sama dengan Tochigi International Education Institute (TIEI)

Oleh: Admin (28/04/2020)

Akademi Teknik Indonesia Cut Meutia (ATICM) menggelar Seminar Program Pendidikan dan Magang serta penandatangan Memorandum of Understanding (MoU) dengan lembaga pendidikan di Jepang Tochigi International Education Institute (TIEI). Seminar ini dilaksanakan di Kampus ATICM di JL. Veteran No. 22 Medan Marelan, di hadiri oleh siswa SMA/SMK sekitar Kota Medan, mahasiswa, dosen, civitas akademika dari ATICM dan Mr. Shiro Fukumura selaku perwakilan dari TIEI Jepang.

Tujuan kegiatan ini untuk memberikan informasi kepada peserta seminar tentang program kerjasama pendidikan dan magang kerja di Jepang. Kegiatan ini sejalan dengan komitmen kampus ATICM yang tertuang dalam visi misinya yaitu menjadikan lulusan yang terampil dan unggul dibidang Teknik Kimia dan Manajemen Industri yang inovatif.

Memuat gambar...
Kunjungan Mahasiswa ke PT. Charoen Pokphand Indonesia

Oleh: Admin (28/04/2020)

Mahasiswa Akademi Teknik Indonesia Cut Meutia yang terdiri dari program studi Teknik Kimia dan Manajemen Industri beserta dosen pendamping melakukan kunjungan industri ke PT. Charoen Pokphand Indonesia yang beralamat di Kawasan Industri Medan Jl. P. Sumbawa No. 5, Mabar, Sampali, Percut Sei Tuan, Sampali, Kec. Medan Deli, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. 

Tujuan kegiatan kunjungan ini untuk memperkenalkan lebih dini kepada mahasiswa bagaimana dunia industri yang sebenarnya dan sebagai persiapan sebelum mereka memasuki dunia kerja.

Mahasiswa melihat secara langsung proses produksi pembuatan nugget ayam dari perusahaan ini. mahasiswa dapat mengenal kegiatan apa saja yang berlangsung di pabrik ini seperti manajemen dan ritme kerja pabrik hingga proses apa saja yang terjadi. 

Memuat gambar...
Apa Itu Era Industri 4.0?

Oleh: Admin (20/01/2020)

Industri 4.0 adalah tren di dunia industri yang menggabungkan teknologi otomatisasi dengan teknologi cyber. Pada industri 4.0, teknologi manufaktur sudah masuk pada tren otomatisasi dan pertukaran data. Hal tersebut mencakup sistem cyber-fisik, internet of things (IoT), komputasi awan, dan komputasi kognitif.

 

Tren ini telah mengubah banyak bidang kehidupan manusia, termasuk ekonomi, dunia kerja, bahkan gaya hidup manusia itu sendiri. Singkatnya, revolusi 4.0 menanamkan teknologi cerdas yang dapat terhubung dengan berbagai bidang kehidupan manusia.

 

Prinsip Rancangan Industri 4.0

Dikutip dari Wikipedia, revolusi industri 4.0 memiliki empat prinsip yang memungkinkan setiap perusahaan untuk mengidentifikasi dan mengimplementasikan berbagai skenario industri 4.0, diantaranya adalah:

  1. Interoperabilitas (kesesuaian); kemampuan mesin, perangkat, sensor, dan manusia untuk terhubung dan saling berkomunikasi satu sama lain melalui media internet untuk segalanya (IoT) atau internet untuk khalayak (IoT).
  2. Transparansi Informasi; kemampuan sistem informasi untuk menciptakan salinan dunia fisik secara virtual dengan memperkaya model pabrik digital dengan data sensor.
  3. Bantuan Teknis; pertama kemampuan sistem bantuan untuk membantu manusia mengumpulkan data dan membuat visualisasi agar dapat membuat keputusan yang bijak. Kedua, kemampuan sistem siber-fisik untuk membantu manusia melakukan berbagai tugas yang berat, tidak menyenangkan, atau tidak aman bagi manusia.
  4. Keputusan Mandiri; kemampuan sistem siber-fisik untuk membuat keputusan dan melakukan tugas semandiri mungkin.

sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Industri_4.0

Memuat gambar...
Kunjungan Pabrik Oleh Mahasiswa Akademi Teknik Indonesia Cut Meutia Medan

Oleh: Admin (20/01/2020)

Kunjungan industri adalah kegiatan setiap semester  yang diadakan oleh mahasiswa Akademi Teknik Indonesia Cut Meutia  sebagai salah satu cara untuk menambah ilmu dan pengalaman yang dibutuhkan dunia kerja namun belum didapatkan dalam perkuliahan. Dengan kunjungan industri  mahasiswa akan lebih mengetahui tentang  proses produksi dan permasalahan-permasalahan yang ada dalam industri secara langsung, sehingga mahasiswa Akademi Teknik Indonesia Cut Meutia  dapat menganalisis dan membandingkan ilmu-ilmu yang sudah  dipelajari dalam perkuliahan dengan  praktek yang ada dalam dunia kerja.

 Pada tanggal 12 November 2018 pukul 13:00 WIB rombongan mahasiswa Akademi Teknik Indonesia Cut Meutia yang berjumlah 30 mahasiswa dan didampingi oleh 2 dosen pembimbing melakukan kunjungan industri  di daerah Kawasan Industri Medan.

Memuat gambar...
Mahasiswa Akademi Teknik Indonesia Cut Meutia Mengikuti Program Magang ke Jepang

Oleh: Admin (20/01/2020)

Gusti Alhaz Prasetyo, atau yang kerap dipanggil Gusti dari Program Studi Teknik Kimia, telah diberangkat ke Jepang pada 20 November 2019 dan tiba pada esok harinya (21/11). Gusti diberangkatkan ke Jepang setelah dinyatakan lulus dalam seleksi program magang yang diadakan setiap tahunnya.Proses Magang ke Jepang melalui kerjasama ATICM dengan Yayasan Jissho. 

Mahasiswa ATICM yang lulus seleksi dan diberangkatkan ke Jepang tidak diberatkan dengan mata kuliah selama mengikuti program magang. Rangkaian kegiatan selama magang akan dikonversikan ke dalam mata kuliah sesuai dengan keterangan yang diberikan oleh pihak penyelenggara.

Memuat gambar...
Pengadaan Seminar Nasional Pengembangan IPTEK Berbasis Industri Ramah Lingkungan

Oleh: Admin (20/01/2020)

Akademi Teknik Indonesia Cut Meutia bekerja sama dengan beberapa instansi lainnya mengadakan acara seminar nasional bertema "Pengembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Berbasis Industri Ramah Lingkungan pada Era 4.0". Acara ini diadakan pada hari Sabtu (26/10/19) mulai dari jam 08.00 WIB dan selesai sekitar pukul 17.00 WIB.

Pemateri dari acara ini adalah:

  1. Prof. Dr. Ilmi Abdullah, M.Sc. (Direktur Pengembangan Kawasan Industri Medan)
  2. Prof. Dr. Ing. Ternala (Guru Besar Universitas Sumatera Utara)
  3. Eko S. A. Cahyaonti, SH, LL.M (Kepala Pengembangan SDM Industri Kementrian Perindustrian